Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 28, 2009

My First Step To Be A Millionaire

Langkah pertama saya untuk menjadi seorang milioner telah dimulai. Bulan ini saya telah membuat langkah - langkah untuk menanam bibit pohon akasia mangium dan albasia sebanyak 5000 pohon.

Upaya ini selain untuk berinvestasi guna menjadikan saya seorang milyuner, juga sebagai bukti kalau saya juga turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan 5000 batang pohon yang saya tanam, anda sebanyak 1000 orang telah menerima supply gratis oksigen dari saya (karena kebutuhan oksigen seorang manusia di supply oleh 4 pohon katanya).

Saya juga sudah aktif dalam membantu penyerapan karbon dari emisi kendaraan atau pabrik yang semakin banyak. Yang jelas, saya sudah ikut berperan aktif menjaga kelestarian alam. Bagaimana dengan anda? Apakah Lets Go Green HANYA MOTTO saja bagi anda? atau anda adalah seorang yang omong besar saja

Selasa, Februari 03, 2009

Indonesia Greener

View the earth's surface with Google Earth made me a little relieved. Why so? That, if i view of our country (Indonesia) and then continue to see the city in Europe and USA and such as Amsterdam, Paris, New York, Chicago, etc.

I'm relieved because the surface of the earth in the city in Indonesia are still dominated by green color. This means there are many trees or vegetation. This fact indicates that Indonesian People are still concerned with the environment.

I might be surprised when view the Bogor city from Google Earth. There, even until the road are dominated with green color of the trees. Truly great Job by government of Bogor City. But wait a minute. After I zoom in to view more closer Bogor City again, I was deceived. The green color dominate the green on the road of the Bogor City are the chaotic Angkot (Public Transport, such a minibus car) hehehe.

The government are very concerned about environment. Now, the government are also planting a million trees to make better world. Let's support the government program. We can plant maybe a few trees for a person in our backyard.

Minggu, Januari 04, 2009

Mari Bersahabat dengan Lingkungan

Akhir – akhir ini, seiring dengan makin mencuatnya isu Pemanasan Global (Global Warming), masyarakat Indonesia makin disadarkan dengan betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Kesadaran akan pentingnya hidup selaras dengan lingkungan di Indonesia sangat terasa semenjak Indonesia menjadi tuan rumah acara United Nation Climate Change Conference yang disingkat menjadi UNCC Conference di Bali pada tanggal 3 -1 4 Desember 2007 lalu. Semenjak penyelenggaraan acara tersebut, media cetak maupun elektronik juga gencar menyuarakan pentingnya perilaku ramah lingkungan.

Banyak untuk membantu melestarikan lingkungan, mulai cara yang gampang sampai cara yang susah. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh kita untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan adalah :
1.Menghemat pemakaian listrik. Seperti diketahui, untuk menghasilkan listrik, banyak pembangkit listrik dinegara kita masih menggunakan bahan bakar yang didapat dengan menambang dari alam seperti batu – bara dan minyak bumi. Oleh karena itu semakin besar pemakaian listrik maka akan semakin banyak batu bara dan minyak bumi yang diperlukan dan semakin banyak penambangan dilakukan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Hematlah pemakaian listrik mulai dari hal – hal kecil seperti :
  • mencabut charger handphone apabila sudah tidak digunakan
  • tidak mengaktifkan mode standby pada alat elektronik seperti televisi jika akan dimatikan dalam jangka waktu lama
  • menggunakan lampu TL untuk penerangan rumah
  • mematikan sebagian besar lampu jika penghuni rumah akan tidur
  • jangan gunakan mode otomatis pada pompa air anda karena mode pompa air anda akan sering menyala padahal pada saat mesin pompa mulai menyala diperlukan daya listrik yang besar
  • gunakan tempat penampungan air jangan langsung mengalirkan air dari pompa ke bak mandi atau untuk keperluan sesaat seperti cuci tangan, mengisi ember, dll. Dengan menggunakan tempat penampung air yang besar (minimal 1000 liter) anda cukup menyalakan pompa air satu kali dalam sehari.
  • Melakukan diversifikasi energi, yaitu dengan tidak selalu menggunakan bantuan listrik dalam aktivitas sehari – hari. Contohnya adalah untuk menyapu rumah tidak perlu menggunakan vacuum cleaner, memasak dan memanaskan air tidak menggunakan kompor listrik atau dispenser tetapi gunakan gas elpiji, dll.
2.Menghemat pemakaian air karena air yang merupakan kebutuhan utama kita yang semakin hari semakin susah didapatkan. Gunakanlah air dengan bijaksana. Upaya yang dapat dilakukan berkaitan dengan pemakaian air diantaranya :
  • mengurangi mandi dengan berendam di bathtub. Mandilah dengan menggunakan shower atau gayung kecil.
  • Menampung air hujan yang nantinya akan digunakan untuk keperluan menyiram tanaman, mencuci motor/mobil, membersihkan halaman, dll.
  • Gunakan sabun cuci pakaian yang sudah disertai softener sehingga tidak perlu air tambahan untuk merendam di softener.

3.Berusaha sesedikit mungkin melakukan pergerakan (berlalu lintas) dengan kendaraan bermotor. Karena semakin banyak dan semakin lama kita berada di jalan maka semakin besar konsumsi BBM kita dan juga semakin besar konstribusi kita dalam menyebabkan kemacetan. Untuk keperluan seperti beli kebutuhan rumah tangga cobalah membeli di minimarket terdekat dari rumah anda, mungkin kita tidak perlu membeli di Hypermarket dan sejenisnya untuk barang seperti bumbu dapur, telur, mie, dll.
4.Gunakan sepeda sebagai kendaraan utama kita untuk melakukan pergerakan jarak pendek.
5.Jika memungkinkan, menggunakan kendaraan umum lebih ramah terhadap lingkungan karena tingkat okupansi nya (daya angkut) lebih tinggi. Kenapa saya katakan "jika memungkinkan", karena sampai dengan saat ini sepertinya kendaraan umum di republik ini masih belum ada yang aman dan nyaman.
6.Jika menggunakan mobil pribadi, usahakan jumlah penumpangnya diperbanyak.

Jadi, Let's Go Green ternyata dapat dan mudah dilakukan. Kapan lagi kalau bukan sekarang. Jangan menunggu lagi.

Membuat Sumur Resapan






Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, banyak upaya – upaya yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam upaya membantu mewejudkan terciptanya lingkungan lestari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat Sumur Resapan di halaman rumah kita.

Apa sebenarnya sumur resapan itu ? Dilihat dari fungsinya, sumur resapan adalah sumur buatan yang dibuat sebagai upaya untuk meretensi air hujan yang jatuh disekitar sumur resapan tersebut berada / sekitar rumah kita. Meretensi air hujan maksudnya adalah upaya untuk menahan air hujan supaya air hujan tidak langsung dibuang / dialirkan ke badan air / saluran / sungai. Selain itu, sumur resapan juga berguna untuk memberikan cadangan air tanah disekitar sumur tersebut, dengan kata lain “menabung air”.

Pembuatan sumur resapan merupakan salah satu bentuk implementasi dari Konsep Drainase Ramah Lingkungan (Drainase Modern). Konsep dari drainase ramah lingkungan adalah : “mengurangi jumah aliran permukaan (surface run off) dengan cara memaksimalkan penyerapan air kedalam tanah dan kolam – kolam tampungan air seperti situ, danau, kolam buatan, dll”. Dengan demikian air yang jatuh ke permukaan bumi (pada saat hujan) akan diupayakan selama mungkin (dalam konteks alami) mencapai saluran drainase buatan, sungai dan akhirnya ke laut. Intinya, semakin lama air mencapai saluran air dan laut maka jumlah air yang dapat diretensi akan semakin besar.

Berbeda dengan konsep drainase konvensional yang umum kita gunakan yang mempunyai prinsip : “to drain” atau “untuk mengeringkan” atau “berusaha membuang air secepatnya keluar dari kawasan yang kita inginkan”. Pada konsep drainase konvensional ini, air hujan yang jatuh pada suatu kawasan akan diupayakan secepatnya dibuang ke saluran drainase. Akibatnya beban saluran drainase dibagian hilir semakin berat. Dapat dibayangkan jika semua kawasan beruaha membuang air hujan secepatnya ke saluran drainase tanpa berupaya meresapkan dahulu air ke dalam tanah, maka kawasan di bagian hilir saluran draianse / sungai yang akan menerima “getahnya”. Maka wajar saja jika akhir – akhir ini sering kita lihat berita kejadian banjir yang menimpa daerah hilir seperti Jakarta, Tangerang, Surabaya, Semarang, dll.

Oleh karena itu, mari kita upayakan meretensi air hujan sebelum dibuang ke saluran draianse / sungai. Jika satu rumah membuat satu sumur resapan dengan ukuran panjang 1 m; lebar 1m dan tinggi 1 m (bentuk segi empat), maka setiap rumah akan meretensi air hujan setidaknya 1 m3 air setiap kali terjadi hujan. Jika diperhitungkan jumlah air yang meresap sebelum tanah pada sumur hampir mencapai jenuh, maka jumlah air yang diretensi akan semakin besar lagi. Jika pada suatu kawasan, sebut saja satu kota kecil, yang membuat sumur resapan ada 100.000 rumah maka air yang dapat diretensi sebanyak 100.000 m3 atau setara dengan satu kolam penuh air dengan ukuran panjang 100 m; lebar 100 m kedalaman 10 m.

Pokoknya membuat sumur resapan pasti bermanfaat. Selain membantu mengurangi banjir, juga membantu mengisi ulang air tanah. Berikut ini adalah contoh bangunan sumur resapan.

Selasa, Desember 30, 2008

Analisa Rencana Pembuatan Tempat Pembuangan Sampah Sementara

Karakteristik sampah, ditinjau dari kualifikasinya ada tiga macam, yaitu :
Garbage. Yaitu sampah yang terdiri dari bahan – bahan organic yang mempunyai sifat lekas membusuk (Biodegradibility prosesnya cepat). Sampah jenis ini lekas membusuk kira – kira dalam waktu sekitar 18 jam. Yang termasuk dalam kategori sampah jenis ini antara lain : Sampah dapur.
Rubbish. Yaitu sampah yang terdiri dari bahan – bahan organic atau anorganik yang tidak / tahan berubah sifatnya. Contoh dari sampah ini adalah : sampah plastic, kaleng/logam, kertas, kaca.
Ashes atau dust. Yaitu sampah – sampah sisa pembakaran dan dari bahan – bahan partikel kecil yang mempunyai sifat mudah berterbangan.

Ditinjau dari tempat dihasilkannya (sumbernya), sampah dapat dikategorikan menjadi beberapa kategori, yaitu :
Sampah Domestik
Sampah Industri
Sampah dari Jalan dan Taman
Sampah dari Pasar
Sampah dari kawasan komersil
Lain – lain.

Dalam hal rencana pembuatan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di lingkungan warga Ciracas, tentunya yang memegang peranan penting adalah sampah domestic atau sampah yang berasal dari rumah tangga. Karakteristik dari sampah rumah tangga ini, sebagian besar adalah sampah organic yang mempunyai sifat lekas membusuk (Garbage). Beberapa sumber hasil penelitian menyebutkan, bahwa komposisi fisik sampah di kota – kota di Indonesia adalah sebagai berikut :

Perkiraan Komposisi Fisik Sampah

1. Bahan Organik ± 75 %
2. Kertas ± 8 %
3. Kaca ± 1 %
4. Plastik ± 7 %
5. Kaleng / Logam ± 2 %
6. Lain – lain ± 7 %

Ini berarti bahwa sebagian besar sampah berpotensi besar untuk mencemarkan lingkungan apabila tidak ditangani secara benar.

Lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang akan dibangun di lingkungan warga Ciracas direncakan berlokasi di Belakang Minimarket Indomaret, sebenarnya, lokasi tersebut dilihat dari fungsinya sekarang adalah merupakan tempat penampungan air dan tempat peresapan air. Meskipun kelihatannya hanya menampung sebagian kecil air hujan saja, namun perannya sangatlah penting dalam pensatabilan muka air tanah di kawasan tersebut.

Banyaknya daerah resapan yang telah berubah fungsi menjadi bangunan beton, memberikan dampak meluapnya air dari saluran drainase (baik itu saluran alami ataupun buatan) dikarenakan saluran tersebut sudah tidak dapat menampung lagi air yang datang pada waktu terjadi hujan. Mengapa demikian, apakah perencanaan kapasitas drainasenya yang salah ?. Mungkin saja, tetapi yang jelas, pada waktu hujan, sebagian air yang seharusnya meresap ke dalam tanah, setelah daerah resapannya hilang, air tersebut semuanya langsung masuk ke saluran. Yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya banjir seperti yang dapat kita lihat sekarang.

Penggunaan sumur pompa Jet Pump yang semakin “semarak” juga telah menyebabkan turunnya muka air tanah. Hal yang sudah dirasakan sebagai dampaknya adalah apabila dating musim kemarau, sulit sekali untuk mendapatkan air.
Sebenarnya, yang dikhawatirkan adalah berubah fungsinya lokasi penampungan dan peresapan air di belakang Indomaret tersebut. Meskipun perannya boleh dibilang kecil, namun ini memberikan image kepada kita bahwa kita kurang peduli terhadap permasalahan lingkungan kita.

Bagaimana seharusnya meminimumkan dampak negative dari rencana pembuatan TPS tersebut, sebenarnya secara teknis tidak banyak masalah. TPS sendiri sebenarnya hanya tempat singgah saja bagi sampah – sampah dari perumahan dimana kalau mobil sampah langsung mengambil ke rumah – rumah dianggap kurang efektif dari segi biaya dan waktu. Jadi tingkat pencemaran yang mungkin terjadi di TPS ini tidak akan banyak, selama penanganannya sesuai ketentuan.

Pertama, yang harus diperhatikan adalah berapa volume sampah per hari yang akan ditampung di TPS tersebut. Rata – rata setiap orang per hari akan menghasilkan 2,5 Liter sampah. Jadi apabila direncanakan ada 11 RT dan 1 RT diasumsikan ada 50 KK (masing – masing KK ada 5 Jiwa) yang akan memanfaatkan TPS tersebut, maka sampah yang dihasilkan adalah :

50 KK x 5 Org x 11 RT x 2,5 liter = 6, 875 m3 / hari

Kedua, apakah di TPS ini akan disediakan container atau tidak. Apabila disediakan container, maka volume container minimum dapat menampung 6,875 m3 sampah. Apabila tidak akan disediakan container, maka TPS harus dibuat permanent, dengan lapisan bawah (lantai) yang kedap air. Dan sedapat mungkin tertutup untuk mengurangi bau, mengalirnya air Leachate (air dari sampah yang busuk) baik itu dari sampah sendiri ataupun dari air hujan pada waktu terjadi hujan yang mengalir melewati tumpukan sampah. Sebagai gambaran seperti apa air leachate ini, apabila limbah domestic seperti air di selokan (got di depan rumah), kotoran, dll mengadung BOD (Bilogycal Oxygen Demand) sebesar 500 ppm, maka air leachate ini BOD nya = ± 20.000 ppm. Selain leachate ini, ada yang juga sama berbahayanya adalah sampah kimia seperti batu baterai, neon, dll. Karena sampah ini di masyarakat kita pasti dicampur dengan sampah lain, maka potensinya untuk mencemari lingkungan cukup tinggi.

Ketiga, perilaku, disiplin dan partisipasi masyarakatnya. Sebenarnya inilah yang paling penting. Partisipasi masyarakat sangatlah penting dalam monitoring dan evaluasi persampahan. Meskipun secara teknis pembuatan TPS ini sudah memenuhi persyaratan, apabila perilaku dan disiplin masyarakatnya kurang, maka dampak – dampak negative dari sampah ini akan tetap ada. Contoh kecilnya adalah masih banyak kita lihat masyarakat yang membuang sampahnya dilempar begitu saja sambil mengendarai motor. Masih untung kalau lemparannya tepat masuk ke container atau bak sampah. Kalau tidak, maka sampah akan berceceran dimana – mana. Hal ini menyulitkan petugas pengangkut sampah, dan bukan tidak mungkin kalau sampah yang masuk ke kolam tidak akan dibersihkan oleh petugas sampah.
Suatu pengelolaan sampah tidak akan berhasil secara memuaskan tanpa adanya partisipasi masyarakat. Keikutsertaan masyarakat yang diharapkan bukan dalam bentuk gotong royong, namun lebih kepada pengertian system pengelolaan sampah yang digunakan dan kepatuhan untuk mengikuti system secara konsisten, contohnya, mengumpulkan sampah dari rumah masing – masing pada tempat yang telah disediakan didepan rumha untuk memudahkan petugas mengangkut dan siap diangkut sesuai jadwal yang telah ditetapkan untuk membantu kelancaran pengelolaan dan pengumpulan sampah.
Partisipasi masyarakat juga diperlukan dalam memberikan pengertian kepada tetangga disekitarnya mengenai penanganan sampah dari masing – masing rumah. Contohnya adalah setiap rumah sebaiknya sudah membungkus sampahnya dengan kantong plastik yang rapat sebelum diambil petugas roda sampah. Sehingga sampah tidak banyak tercecer dalam perjalanannya menuju TPS dan TPA. Memberikan pengertian harus membuang sampah tepat ditempatnya (bagi rumah yang membuang langsung ke TPS), dll.

Keempat, peranan Dinas Kebersihan dalam mengangkut sampah dari TPS menuju TPA harus sesuai jadwal. Artinya setiap hari sampah tersebut harus diangkut. Tidak boleh dibiarkan lebih dari 1 hari menumpuk di TPS. Karena apabila tidak sehari saja diangkut, maka sampah akan menumpuk dua kali lipat dihari berikutnya, demikian seterusnya. Selain itu, sampah organic juga akan sudah membusuk dalam waktu 18 jam dan dapat mencemari lingkungan sekitarnya.

Kelima, penarikan biaya retribusi sampah dari masyarakat. Hal ini penting karena dapat menjamin kelancaran pengumpulan sampah dari rumah tangga menuju TPS dan TPA.

Berdasarkan kepada beberapa bahasan di atas, maka disarankan pembuatan Lokasi TPS tersebut tidak dibelakang Indomaret kalau dimungkinkan lahan lain masih ada. Namun demikian, apabila memang terpaksa di lokasi tersebut, harus dibuat yang permanent dengan lantai kedap air. Untuk konstruksi lantai dapat dibuat dari beton K- 175 atau beton mutu rendah.
Harus diperhitungkan juga batas sempadan jalan, karena jalan Lingkar selatan tersebut sangat berpotensi sekali untuk dilebarkan melihat pada pertumbuhan kota Serang yang pesat.

Sebenarnya masih banyak juga factor lainnya yang harus diperhitungkan, antara lain : Rencana Tata Guna Lahan, Floating Populatian (Penduduk Tamu), Persentase tingkat pelayanan Dinas Kebersihan (menyangkut jumlah armada truk pengangkut, SDM), Volume dan Berat jenis Karakteristik sampah, dll. Namun pada dasarnya kelima factor di atas sudah cukup mengingat kebutuhan akan TPS ini sudah mendesak.